twitter
rss

Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan

AGRESIVITAS ANAK
Kalau marah ia bisa menjambak, memukul, menggigit, bahkan sampai menyakiti binatang. Apakah hal itu wajar? Tak perlu khawatir, perilaku itu masih normal, kok. Untuk lebih mengenalnya, Fitriani F. Syahrul, M.Psi dari Yayasan Lentera Insan, Depok, mengajak kita melihat apa saja sifat agresivitas yang biasa ditemui di usia batita.

PENYEBAB ANAK SULIT MAKAN
Senangnya hati setiap orang tua kala melihat bayinya yang masih berusia 5-7 bulan menyantap bubur susu maupun bubur saringnya dengan lahap. Begitu juga saat si kecil sudah mulai diperkenalkan dengan nasi tim yang diblender. "Pintar anak Bunda. Makannya hebat, jagoan deh," begitu puji si ibu setiap kali bayinya yang berusia 9-10 bulan menyantap bersih isi mangkuk berupa tim lengkap dengan lauk ayam, kacang hijau, wortel dan bayam atau kangkung.

ANAK ALAMI KEKERASAN? SIMAK CIRI-CIRINYA


Kisah nyata ini dialami oleh seorang ibu yang tinggal di ibu kota. Ia mengeluhkan sikap anaknya yang tiba-tiba sulit disuruh mandi. "Baru diminta buka baju saja susah sekali." Tidak hanya itu, si kecil juga terlihat ketakutan saat bersentuhan dengan air. "Dia selalu menjerit-jerit begitu melihat air dalam bak mandi." Si ibu pantas heran, sebab sebelumnya si kecil tidak bersikap seperti itu.
Akhirnya, setelah mencari tahu penyebabnya, ia kaget bukan alang kepalang. "Anak saya sering dimandikan secara paksa oleh pengasuhnya. Bahkan si pengasuh kerap mengguyurkan air sehingga si kecil kesulitan bernapas," tuturnya dengan mimik sedih. Akibatnya, si kecil tidak hanya sulit disuruh mandi tapi juga takut terhadap air. Sayangnya lagi, informasi itu baru diketahui si ibu setelah si pengasuh tak lagi bekerja di situ. "Anak saya baru berterus terang saat pengasuhnya sudah tidak ada di rumah. Sewaktu si pengasuh masih ada di rumah, dia tak pernah berani cerita apa-apa."
Hal itu ada benarnya. Pendapat psikolog dari LPT UI (Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia), Muhammad Rizal, Psi., setidaknya bisa dijadikan gambaran. Kekerasan pada anak, katanya, dapat dibedakan menjadi dua macam, yakni kekerasan fisik (KF) dan kekerasan non-fisik (KNF). Kekerasan Fisik adalah tindakan yang bertujuan melukai, menyiksa menganiaya, atau memperlakukan anak secara kasar. Tindakan tersebut bisa dilakukan menggunakan anggota tubuh seperti tangan dan kaki, atau lewat bantuan alat-alat lain.